Senin; 21 Mei 2012 | 00:56 WIB | Ganti Bahasa :

Natal Pertama di Tengah-tengah Muslim

Lydia Ranggalele*




Bertempat di kantor AMAN Indonesia pada tanggal 16 Desember 2011, keceriaan layaknya umat yang menantikan Natal pertama kali begitu nyata. Semua staff AMAN Indonesia antusias bahkan sejak beberapa minggu sebelum acara Natal di kantor ini dilaksanakan.

Seperti Natal pada umumnya, setiap orang ingin mengambil bagian dalam persiapan dan perayaan. Begitu juga dengan staff yang ada di AMAN Indonesia. Ada yang mempersiapkan pohon Natal dan hiasannya, ada yang menyiapkan list orang-orang yang turut diundang, ada juga yang sibuk mencari-cari lagu yang akan mereka nyanyikan pada acara, bahkan ada sampai bingung menyiapkan kado yang akan diberikan pada acara tukar kado.

Sebagai seorang nasrani satu-satunya di AMAN Indonesia, saya sangat terharu dengan antusiasme teman-teman. Semua ini membawa saya pada kesan berbeda. Bagaimana tidak, ini adalah Natal pertama yang saya rayakan di tengah-tengah keberagaman dan perbedaan.

Pohon Natal telah terpasang anggun di atas meja dengan lampu kelap-kelip dan hiasan khas Natal. Anis, Seorang teman staff di AMAN Indonesia bersama dengan beberapa teman lainnya bersepakat untuk membuat dan merangkai sendiri pohon Natal seraya merasakan kesibukan menjelang Natal. Semua tamu undangan, anak-anak, pendeta, dan pemain musik juga sudah siap. Kado-kado pun telah ditata dengan apik di bawah pohon Natal.

Tepat pukul 5 Sore, acara dimulai, dibuka dengan persembahan yang sangat indah, yakni shalawat dari seluruh staff AMAN Indonesia dengan diringi oleh pemain musik gereja. Saat itu yang terpikirkan adalah sesungguhnya tidak ada yang harus menghalangi keindahan dalam kebersamaan bahkan pada saat kita berbeda dalam menaikkan pujian terhadap sesuatu yang kita yakini dan percayai.

Semua yang hadir berdiri dan menyanyikan sholawat dengan penuh sukacita. Terlihat dengan jelas pribadi yang merasa dihargai dengan kekebasan yang dimilikinya tanpa harus menerima pernyataan-pernyataan “haram hukumnya menyanyikan pujian shalawat dalam acara Natal” atau “Acara natal ini sesat karna ada menyanyikan Shalawat” atau bahkan “dilarang menyanyikan shalawat dengan tepuk tangan”. Bahkan pada saat lagu Natal Malam Kudus dinyanyikan, semua orang menjadi sangat ingin mendapatkan teks lagu agar bisa menyanyikannya bersama-sama. Sungguh suatu kesatuan alunan pujian yang indah dalam kebersamaan di tengah-tengah perbedaan. Tidak ada pemaksaan & tidak ada yang menjadi terasa berbeda.

Tiba saatnya semua yang hadir mendengarkan renungan Natal. Tema renungan Natal yang dipilih oleh Bapak Pdt. Deppatola Pawa, STH saat itu adalah “Yesus itu Islam dan Muhammad itu Kristen”. Semua orang menanti apa sebenarnya yang ingin disampaikan. Dari semua yang ingin di disampaikan, secara garis besar beliau ingin menyatakan bahwa Muhammad dan Yesus datang untuk membuat dunia ini saling mengasihi, tunduk pada perintal Allah dan menyatakan kebaikan pada setiap umat yang ada di muka bumi.


"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:36-40)

Kita sebagai umat percaya untuk mengasihi Tuhan Allah kita, namun yang kadang terlupakan adalah mengasihi sesama kita sama dengan kita mengasihi diri kita sendiri.

Karna Allah itu maha baik, Dia sanggup menerima kita yang sangat berbeda dari diriNya. Lalu mengapa kita tidak membiarkan diri kita melakukan kebaikan pada orang lain dengan menerima dia yang berbeda dengan kita?








* Manajer Keuangan AMAN Indonesia


 



Wacana Terkait :


RAN P4DK, MENDAMBA SINERGI EFEKTIF
Sampai pertemuan ke 25, kami tetap tidak tahu kapan draft Rencana Aksi Nasional Perlindungan Perencanaan Pemberdayaan dan Partisipasi Perempuan di ...

MEMBANGUN PERDAMAIAN LEWAT CREDIT UNION
Perempuan adalah korban yang paling merasakan dampak dari konflik. Dari perempuanlah lahir upaya-upaya perdamaian. Tapi, usaha perempuan dalam ...

Link Terkait :

.:: Konfirmasi Donasi ::.
 
Siapakah yang paling dirugikan dalam berbagai kasus kekerasan atas nama agama?

Kelompok Perempuan
Kelompok Laki-Laki
Kelompok Anak-Anak



Pengunjung ke : 0000047061
Your IP : 38.107.179.233